TEKNOLOGI HASIL HUTAN Suatu Pengantar

TEKNOLOGI HASIL HUTAN Suatu Pengantar

Identifikasi Kayu, Sifat-sifat kayu, Teknologi Pengolahan Hasil Hutan, Potensi dan Prospek

Pengelolaan dan pendayagunaan hasil hutan yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan, kelangsungan hidup dan peningkatan mutu kehidupan manusia memerlukan Teknologi Hasil Hutan. Tuntutan penguasaan Teknologi Hasil Hutan kian menguat tatkala tuntutan akan peran strategis untuk menghasilkan nilai tambah, memajukan masyarakat dan menyelaraskan kepentingan fungsi lingkungan hidup meningkat. Peran Teknologi Hasil Hutan dalam arti “pengolahan” sebagai tulang punggung (back bone) penghasil nilai tambah dan produk bernilai itnggi dalam kerangka industri dirasakan masih jauh panggang dari api.

Buku ini dihadirkan untuk mengisi sebagian celah pentingnya memperkuat penguasaan teknologi hasil hutan yang meliputi produk-produk hayati (nabati, hewani), non hayati dan hasil-hasil pengolahan langsung yang diperoleh dari upaya pengolahan hutan. Yaitu tentang dasar-dasar teknologi kayu dan non kayu.
Sebagaimana tajuk dari buku ini “Teknologi Hasil Hutan, Suatu Pengantar. Identifikasi Kayu, Sifat-sifat Kayu, Teknologi Pengolahan, Potensi dan Prospek” karya cendekia Ir. KAsmudjo MS. berusaha mencermati kembali topik teknologi pengolahan dasar meliputi bidang-bidang:
Pengeringan dan Pengawetan Kayu
Pengolahan Kayu:
-Penggergajian
-Venir dan Kayu Lapis
-Pembuatan Papan Tiruan
-Pulp dan Kertas
Pengolahan Hasil Hutan Non Kayu:
-Produk Minyak-minyakan
-Produk Getah-getahan
-Hasil Hutan Non Kayu Produk Budidaya
-Hasil Hutan Non Kayu Produk Berkekuatan

Penulis: KASMUDJO
Pengantar Ahli: Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo
Penerbit: Cakrawala Media

Harga: Rp. 45,000

Rekayasa Jalan Raya

Rekayasa Jalan Raya

Rekayasa Jalan Raya. Perkembangan teknologi jalan raya dimulai dari sejarah perkembangan manusia yang selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkomunikasi.
Di Indonesia, tercatat dalam sejarah, jalan dari Anyer ke Panarukan yang dibuat pada jaman Belanda belum direncanakan secara teknis, baik geometriknya maupun lapis perkerasannya.

Perencanaan geometrik jalan raya baru dimulai dikenal pada tahun 1960. Struktur perkerasan dengan menggunakan campuran panas (hot mix) dikenal pada tahun 1975, dan perkerasan dengan aspal emulsi dikenal pada tahun 1980.

Melalui buku ini, Anda dapat mempelajari:
- Karakteristik Jalan
- Tahapan Perencanaan Jalan
- Alinyemen
- Lapis Perkerasan
- Bahan Perkerasan
- Subgrade
- Pondasi Jalan
- Permukaan Jalan
- Jalan Tak Beraspal
- Kadar Aspal dalam Campuran Aspal dan Agregat
- Tebal Perkerasan
- Perencanaan Tebal Lapis Ulang (overlay)

Penulis: Hendra Suryadharma, Benidiktus Susanto
Penerbit: Universitas Atmajaya

Harga: Rp. 22,000