“Tegas, lugas, dan menyentuh hakekat pembangunan. Suatu karya yang perlu
dibaca oleh para pengambil keputusan di bidang pembangunan agar sadar bahwa
untuk apa dan siapa sesungguhnya pembangunan itu dituju.”
Prof. Gunawan Tjahjono, M.Arch, Ph.D.
UNTUK APA?” adalah suatu pertanyaan yang agaknya selalu – sebaiknya! -
menjadi dasar bagi seorang sebelum melakukan kegiatan: pikir dulu sebelum
bertindak, ada gunanya atau tidak, dan seterusnya. “UNTUK SIAPA?” juga suatu
pertanyaan mendasar yang jawabarunya harus jelas sebelum suatu tindakan
dijalankan: tepat sasaran, bermanfaat atau merugikan, dan sebagainya. Kita semua
tahu banyak masalah terjadi di negeri ini akibat tidak mengajukan pertanyaanpertanyaan
tersebut sebelum melancarkan rencana dan program pembangunan,
terutama penataan lingkungan. Judul buku ini jelas mencerminkan sikap dan
pandangan – sekaligus latar belakang pendidikan, profesi dan pekerjaan – Pak
Bianpoen tentang lingkungan hidup – tentang apapun! – yang mendasari tindakantindakannya:
fungsional, efisien dan efektif, yang kemudian terujud ke dalam
kesederhanaan dan kelugasannya. Setidaknya itulah kesan selama mengenal beliau
dalam berbagai kegiatan akademis.
Prof. Dr. Ir. Sandi A. Siregar, M.Arch, IAI.
Buku ini adalah bunga rampai pemikiran Bianpoen, yang terbagi menjadi empat
tema besar, yaitu: ilmu lingkungan, penataan, berkelanjutan, dan terutama
mengenai “urban poor”. Tema-tema ini merepresentasikan hanya sebagian dari profil
sosok ilmuwan ini. Sejak mahasiswa di Jurusan Arsitektur di Delft dan Hannover,
Bianpoen bersifat pendiam, tapi bila ia sempat bicara semuanya diam, karena selalu
berbobot diselingi rasa humor yang tinggi. Senyumnya jarang tapi legendaris.
Setelah pindah ke Jakarta dari ITB Bandung, Bianpoen mendapat tempat di Dinas
Tata Kota DKI, kemudian di Dinas Lingkungan Hidup, baru kemudian mengajar di
FTUI untuk mata pelajaran Tata Kota dan Lingkungan. Di sela-sela waktunya yang
cukup padat, sempat mengambil S3 di Universiteit Erasmus Rotterdam dan
mendapatkan stola khusus (suatu penghargaan yang cukup tinggi). Tesisnya
mengenai urban management. Beliau cukup aktif di organisasi Ikatan Arsitek
Indonesia dan sempat memimpin Kelompok kerja Habitat ULA chapter Indonesia
yang pernah menyelenggarakan seminar internasional mengenai “Urban Village”
(sempat dipuji oleh sekjen UIA). Walaupun demikian cara hidup Bianpoen
sekeluarga sangat sederhana dan hampir asketis, ucapannya selalu berani karena
benar, tanpa tedeng aling aling, tapi diutarakannya cukup diplomatis. Sebagai
pembimbing mahasiswa S3, sebagai ketua Dewan Kehormatan IAI DKI dedikasinya
tidak diragukan lagi. Di antara tumpukan buku-bukunya Bianpoen tidak hentinya
belajar. Sesederhana kehidupan fisiknya, tidak pernah mengurangi pemikiranpemikirannya
yang menggeladak, kadang luber merupakan kekayaan ilmu yang
beliau muntahkan. Selalu mengandung pesan bagaimana menyikapi lingkungan
kita. Dalam keadaan yang kadang-kadang macet dan kritis, Bianpoen selalu
merupakan pelita harapan yang disegani. Bagi nusa dan bangsa seorang guru
seperti Bianpoen jarang kita ketemui…
Han Awal, Dipl. -Ing, IAI.
Penerbit:UPHPress
Penulis: Bianpoen
Harga: Rp. 75,000.00







