Arsitektur
Colours Of Culture in Architekture
Tulisan ini mencoba mengangkat sebagian tirai yang menyelubungi masalah hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ihtiar ini perlu dihargai dan diteruskan, agar arsitektur dengan lebih jelas dapat mengungkapkan bahwa perancangan hunian oleh manusia merupakan fungsi dari keadaan bumi sekitarnya. Kumpulan tulisan ini menjadi langkah awal ke arah tersebut.
Prof. John S. Nimpoeno (Bandung)
Buku ini mendokumentasikan penjelajahan para cendekiawan muda arsitektur ke dalam ranah penelitian akademik yang sarat dengan berbagai tuntutan dan tantangan. Kobaran semangat serta kuriositas mereka patut diapresiasi dan diteladani.
Dr. Iwan Sudrajat; pakar teori dan sejarah arsitektur,pengajar di ITB (Bandung)
Kumpulan naskah ini sebagai kesinambungan proses dari seminar ke buku merupakan pengejawantahan tepat guna yang perlu diteladani. Upaaya rintisan kreatif yang terpuji, selain memberi harapan dan kebanggaan besar atas kemampuan arsitek kita, menjadi sumbangsih nyata bagi perkembangan khasanah ilmu arsitektural Indonesia.
Prof. Ryadi Adityaman; arsitek (USA)
Buku ini memberikan peran dalam tradisi ilmiah arsitektur. Oleh karena itu, subjektifitas para penulis secara garis besar tetap dilandasi oleh suatu metod ilmiah tertentu.
Jeffrey Budiman; praktisi atsitek (Grain & Green, Jakarta), pengamat budaya
Ditulis oleh arsitek muda yang peduli dan serius serta merangsang kita untuk lebih memahami dan menghargai arsitektur Indonesia.
Andra Martin; praktisi arsitek (Jakarta)
Penulis: Purnama Salura
Penerbit: PT. Cipta Sastra Salura
Menelusuri Arsitektur Masyarakat Sunda
Literatur mengenai arsitektur lokal Sunda dapat dikatakan masih sangat langka; jika ada ternyata masih sangat terbatas dan kurang dalam. Buku khusus tentang arsitektur malah tidak ada, yang ada cenderung berupa catatan antropologis yang masih spekulatif. Sejauh ini belum ada metodologi yang dapat digunakan untuk membaca konsep bentuk dan makna arsitektur masyarakat Sunda, apalagi dalam konteks perubahan. Tidak juga ada telaah teoretik maupun empirik yang menggabungkan keduanya, sehingga interpretasi terhadap arsitektur Sunda tidak lengkap dan tidak menyeluruh.
Keterbatasan studi mengenai arsitektur Sunda seakan-akan terasa tambah sulit karena tidak ada peninggalan artefak istana atau kraton. Kropak (manuskrip, catatan) yang ada hanya berupa karya sastra-berupa naskah maupun sastra lisan-tentang kehidupan sehari-hari. Warisan budaya Sunda memang terbukti cenderung hanya pada budaya literal, antara lain bahasa, tari, seni pertunjukan, musik; sebaliknya artefak-berupa bangunan dan ornamennya-sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu telaah terhadap arsitektur Sunda perlu dilakukan terus menerus.
Dipicu kelangaan literatur tersebut, juga kesadaran bahwa konsep bentuk dan makna arsitektur lokal sangat penting terhadap arah perkembangan lanjut arsitektur lokal dalam konteks perubahan global, saya menyusun buku ini berdasar pada penelitian terhadap tiga kasus studi arsitektur lokal sunda. Kasusnya dipilih secara purposive agar dapat merepresentasikan kondisi arsitektur masyarakat sunda yang ada beserta dinamika perubahannya. Hasilnya semoga dapat menjadi rujukan, jika bukan merupakan langkah awal, bagi pengembangan strategi survival arsitektur Sunda dalam menghadapi perubahan global.
Penulis: Purnama Salura
Penerbit: Universitas Atmajaya





