Membentuk Anak Cerdas dan Tangguh
Menumbuhkan kemandirian anak dengan hypnoparenting
Para orang tua tentu menginginkan anak-anaknya memiliki sifat-sifat yang 'istimewa' (ideal) yaitu sehat, cerdas dan tangguh karena sifat istimewa tersebut menentukan kesuksesan hidup anak sebagai individu kelak. Sifat-sifat istimewa tersebut begitu lengkap dan seolah-olah 'sempurna' sehingga para orang tua berlomba untuk meraihnya meskipun untuk melakukannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Para orang tua pun dituntut untuk tahu bahwa ada faktor lain yang turut menentukan kesuksesan hidup anak yaitu faktor tingkat kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Ada tujuh jenis kecerdasan yang menunggu untuk diungkap yaitu kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan logika matematika, kecerdasan verbal linguistik, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik dan kecerdasan musik. Agar para orang tua mampu membinbing dan membentuk anak sebagai individu yang sukses, para orang tua harus memiliki wawasan yang luas dan upaya yang kuat untuk membentuk anak-anak denga sifat-sifat istimewa (ideal). Upaya tersebut bisa dimulai antara lain dengan langkah-langkah sederhana seperti memberinya stimulasi, motivasi dan kemudian mengembangkan sifat-sifat yang ideal hingga dapat melekat erat pada diri anak. Sebagai panduan atau pendekatan bagi orangtua dalam membentuk anak-anak agar memiliki sifat-sifat ideal yang diharapkantersebut, maka orang tua dapa membaca secara tuntas yang diberikan dalam buku ini. Buku ini memberikan uraian tentang: - Mengenali hak-hak anak - Dunia anak identik dunia bermain - Pendidikan nilai 'perilaku baik' anak usia dini - Kiat khusus membentuk anak sehat dan cerdas - Faktor penentu ketangguhan pada anak - Menumbuhkan ketangguhan bayi - Menumbuhkan ketangguhan balita - Mengembangkan ketangguhan anak usia sekolah - Tip-tip menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian anak dengan hypnoparenting Penulis: T.Andrianto Penerbit: Universitas Atmajaya
Cinta Kok Gitu…
Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Kekerasan...adakalanya mengalir dari bibir manis nan lebut, tak selalu lewat tamparan tangan yang mememarkan luka.
...bisa lahir berupa sindiran yang melukai hati maupun caci-maki yang melumatkan harga diri.
...bisa berupa sentuhan yang melecehkan maupun pemerkosaan yang laknat.
...lahir dari pemaksaan yang sistematis hingga yang liar penuh kemarahan.
Entah dilakukan seorang diri ataupun bersama orang lain, satu kali ataupun seribu kali. Itulah kekerasan yang bisa terjadi di mana saja, juga dalam ruamh tangga kita. Oleh kekasih hati kita, ia yang "mencintai" kita. Namun cinta tak pernah mengkhamiri kekerasan. Cinta bukanlah selaksa luka. Hentikanlah kekerasan itu! Penulis: Meyske S. Tungka, Liana Poedjihastuti, Pramudya Penerbit: Sanggar Mitra Sabda
Ketika Kue Pengantin Telah Habis
Sensasi cinti itu seperti minuman bersoda dalam botol. Buka tutupnya, busa pun meluap! Sekejap lalu habis.
Ini bukan berarti cinta mulai sirna.
Sensasi cinta yang sebatas persasaan itu memang menghilang, lalu berganti cinta yang rela memberi diri di antara suami dan istri, orang tua dan anak, mertua dan menantu, serta kakek dan nenek.
"Cinta pertama-tama adalah persoalan memberi bukan menerima...Cinta selalu memuat elemen-elemen dasar seperti perhatian, tanggung jawab, penghargaan serta pemahaman" Erich Fromm Penulis: Liana Poedjihastuti Penerbit: Sanggar Mitra Sabda
Love Cries
Kisah kekerasan dalam Rumah Tangga
Perceraian itu jahat, tetapi perkawinan yang penuh kekerasan jauh lebih jahat.
Love Cries adalah serangkaian kesaksian tentang bukti adanya kekerasan domestik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini merefleksikan cinta yang membelenggu perempuan, membuat perempuan lumpuh, dan bertindak bodoh. Penulsi buku ini percaya dan meletakkan cinta sebagai nilai tertinggi. Pramudya yakin akan kekuatan cinta, tetapi ia tak bisa menerima cinta yang diberikan dengan mengorbankan hak-haknya.
Dra. Esthi SUsanti Hudiono, M.Sos. Aktivis Perempuan dan Direktur Yayasan Hotline Surya, Surabaya.
Saya bagai melihat wah perempuan kita dalam cermin yang retak, penuh luka, sehingga saya tidak bisa lai menyaksikan gambaran utuh mengenai kecantikan, keindahan, ketegran, dan kekuatan perempuan. Serpihan-serpihan cermin yang retak itu saling berkelindan, kait mengkait menjadi jejaring dan romantika yang getir dalam perjalaan hidup perempuan. Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum. Pejuang Gerakan Perempuan. Korban kekerasan adalam rumah tangga membutuhkan pembebasan dari ketertindasan, ketidakadilan, kekerasan, dan ketidaksetaraan-tidak hanya dari penderitaan dan ancaman fisik, tetapi psikis dan spiritual... Mereka mesti dituntun kembali untuk mengalami kasih, anugerah dan pengampunan Tuhan. Tabita Kartika Christiani, Ph.D. Pendeta GKI dan Dosen Fakultas Teologia UKDW Yogyakarta. Penulis: Pramudya Penerbit: Sanggar Mitra Sabda
37 Kiat Mendidik Anak Menjadi Bahagia
Sebuah Tantangan Bagi Orang Tua Modern
Dalam kehidupan, seorang pemimpin yang baik pastilah mengilhami dan mendorong bawahannya untuk bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Demikian pula yang harus dilakukan orang tua terhadap anak. Anak-anak membutuhkan bimbingan. Mereka akan menerimanya jika mereka mengetahui bahwa kita - orang tua - menghargainya sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama untuk memutuskan apa yang bakal mereka lakukan.
Memang yang perlu diingat oleh kita para orang tua bahwa kita mendidik anak untuk semakin mendekati kesempurnaan. Akan tetapi kesempurnaan merupakan suatu tujuan yang mustahil dicapai. Tidak diingkari, kita berusahaan keras untuk mencapainya. Namun malah jarang membawa perbaikan yang berarti, sebaliknya justru membuat kita menjadi putus asa. Dan untuk menjadi semakin sempurna, kita harus mendidik aanak untuk maju terus dalam hal baik yang dicapai atau telah dimilikinya (betapapun kecilnya hal baik itu dibanding dengan kesalahannya) dan bukannya terus menerus memperlihatkan kesalahan yang tiada habisnya. Buku ini benar-benar membedah dan menjawab semua persoalan tersebut. Kiranya hal inilah yang menjadi cermin keluarga modern Indonesia di tengah hiruk-pikuk era Globalisasi. Penulis: Rudolf Dreikurs dan Vicki Solt Penerbit: Creativ Media