Selir
Selir
Inilah berbagai kisah sepanjang zaman yang bukan saja mengharukan tapi juga mencengangkan tentang suka-duka para wanita penghuni harem para kaisar Cina. Di tengah kemewahan keraton yang mereka nikmati, para wanita cantik “terpilih” itu sebenarnya merupakan pribadi-pribadi malang yang terpenjara dibalik dinding dan tembok kota terlarang.
Rivalitas untuk mendapat perhatian kaisar di kalangan mereka sendiri, sikap permusuhan permaisuri yang merasa harus berbagi cinta dengan mereka, dan intrik yang terkait perebutan pengaruh politik di dalam istana merupakan makanan mereka setiap hari. Tak jarang mereka, seperti yang dialami salah satu selir Daoguang pada masa Dinasti Qing, harus kehilangan nyawa lantaran hasratnya tak dilayani sang kaisar, di samping adanya perilaku seksual kaisar yang sedikit menyimpang.
Kaisar sendiri yang punya julukan Putera Langit (Tianzi) sebenarnya tak lebih dari orang kesepian yang tugas utamanya di kamar tidur menghasilkan keturunan yang baik demi menjamin kelangsungan eksistensi dinasti. Untuk tugas yang satu ini sepanjang hidupnya ia harus melayani secara seksual satu permaisuri, tiga selir utama, sembilan gundik, 27 selir dan 81 dayang-dayang. Tugas baginda tidak lagi menikmati malam-malam romantis beserta wanita-wanita rupawan itu, tetapi sudah merupakan beban, karena hubungan badan pun telah diatur oleh tata-cara istana yang sangat kaku.
Menariknya, cerita-cerita tentang hubungan antara kaisar, permaisuri, gundik dan dayang-dayang itu dan hubungan di kalangan para perempuan istana itus sendiri dikisahkan dengan gaya bercerita yang hidup.
Penulis: Pangesti A.B
Penerbit: Creativ Media





