“Curhat” Jalan Raya

“Curhat” Jalan Raya

Ketika Kita Ngomong Soal Lalu Lintas
30 Pemenang Lomba Curhat Jalan Raya

Kalau ada orang datang ke rumah Anda kemudian curhat tentang polemik keluarga atau kebisingan para tetangga, itu sih biasa. Tetapi, apabila ada sekumpulan orang ngerumpi tentang keadaan jalan raya, baru kita anggap sebgai sesuatu yang liar biasa.
- Jangan coba-coba gak kasih recehan ke kantong pengamen, atau kamua akan mendapati pengalaman unik seperti Dhiora Bintang. Sekumpulan pengamen tiba-tiba saja memberinya recehan gara-gara dia gak kasih selembar uang. Dengan gaya menyindir, si pengamen bilang, "Di depan masih banyak pengamen, jadi kasih (recehan) ini ke mereka."

- Belok kiri ikuti lampu! Tentu kamu pernah dengar peraturan lalu lintas satu ini. Nah, bagaimana kejadiannya kalau niat hati pengin nurut peraturan, tapi malah dapat bentakan? Yuk, kita ikuti pengalaman konyol dari Dedi Sasmito Utomo.
- Di Makassar, konvoi mobil pengantar jenasah hampir setiap hari menghiasi jalan raya. Ternyata, hal ini menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat setempat. Ketika konvoi lewat, banyak penduduk yang melontarkan kalimat semacam "Kurang ajara"! Mapparecu mi jamanna. Mate lalono. Pena Hijau mencatat pengalaman penuh ironinya, di mana jenazah yang semestinya diantar pakai doa, tapi malah dilempari dengan kalimat serapah.

Penulis: Ifa Avianty Dkk.
Penerbit: Leutika

Rp. 39,000.00Price:
Loading Updating cart...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>