Agama

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pendidikan Islam & ESQ

Pendidikan Islam & ESQ
Komparatif – Integratif Upaya Menuju Stadium Insan Kamil

Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang berlandaskan pada nilai wahyuistik (al-Qur’an dan al-Hadist) dan menjadikan ciri relasi antara manusia dan Tuhan menjadi ciri khas yang utama dan pertama. Sehingga desain pendidikan akan mengarah pada terbentuknya “manusia sempurna” atau yang lazim disebut sebagai “insan kamil”. Dalam diri manusia ini, keseimbangan pada wilayah kecerdasan merupakan hal yang biasa, bahkan kecerdasan spiritual melandasi kecerdasan intelegensi dan emosional. Pada tataran ini, Spiritual Quotient (SQ) bisa dikonklusikan sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makana yang lebih luas dan kaya; menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
Buku ini mencoba untuk mengangkat tesis yang selama ini menjadi bidang garapan antara pendidikan Islam dan ESQ Model yaitu membentuk manusia sempurna atau insan kamil.

Penulis: Dakir, MA & Drs. H. Sardimi, M.Ag.
Kata Pengantar: Dr. H. Khairil Anwar, M.Ag.
Editor: Umiarso, M.Pd.I
Penerbit: Rasail Media Group

Rp. 45,000.00Price:
Loading Updating cart...

Solusi Mengatasi Konflik Islam - Kristen

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, singkat dan padat. Sangat mudah dipahami. Menjawab sekaligus memberi solusi terhadap konflik umat beragama: Islam dan Kristen. Mengajak umat Kristen dan Islam untuk saling mengasihi dan menghargai satu dengan lainnya, serta hidup berdampingan dengan persaudaraan yang dalam. Siapa saja yang rindu persatuan dan persahabatan Islam – Kristen, buku ini layak menjadi referensi pokok Anda. Sangat menarik!

Penulis: Pdt. Achmad Welson
Penerbit: Borobudur Indonesia Publishing

Rp. 20,000.00Price:
Loading Updating cart...

Asyiknya Belajar Kaligrafi

Dari penulis:
Di dalam mempelajari kaligrafi ada empat unsur penting yang perlu kita ketahui dan perhatikan, yang mana dengan kesempurnaan unsur tersebut, akan lebih mempermudah didalam menguasai penulisan kaligrafi, dan mendapatkan hasil yang optimal. Unsur pertama: mata, kedua: otak (pikiran), ketiga: hati dan yang keempat adalah tangan. Disamping itu juga, ada tiga hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu pertama: pena yang halus, kedua: tinta dengan mutu yang bagus, ketiga: kertas yang berkualitas (tidak tembus). Apa bila salah satu dari tujuh unsur di atas tidak terpenuhi, kemungkinan besar akan sulit menghasilkan tulisan yang indah. Misalnya saja, kertas yang kita pakai berkualitas rendah, kita sebut saja kertas buram, pastinya akan mendapatkan hasil tulisan yang tidak karuan, tintanya pasti akan meresap kemana-mana, sehingga mendapatkan goresan tulisan yang tidak
sempurna. Contoh lain, seandainya kita menulis, akan tetapi hati dan perasaan kita tidak tenang, risau gundah dan lain sebagainya, apakah kita akan menulis dengan hasil tulisan yang indah? Pastinya tidak bukan?

Kita kembali ke awal, sebelum kita menulis salah satu huruf, maka kita harus tahu persis, seperti apakah huruf itu, bagaimanakah bentuknya, berapa titikkah panjangnya, bahkan berapa titikkah kemiringannya, itu semua harus kita ketahui. Untuk mengetahui semuanya itu, maka kita harus memperhatikan dengan seksama masing-masing sifat pada setiap huruf. Setelah kita tahu semuanya itu, maka ingatlah dan bayangkanlah di dalam memori pikiran kita, sampai kita bisa membayangkan dengan sempurna bentuk setiap huruf di dalam pikiran kita.

Berawal dari mata, kemudian sampai ke pikiran, maka akan dilanjutkan ke hati. Dengan hati yang bersih, tenang dan tentram, maka goresan kita akan menghasilkan goresan-goresan yang indah dan mengagumkan, apalagi seni kaligrafi amat erat sekali hubungannya dengan pesan-pesan spiritual dan agama, sehingga membutuhkan keadaan jiwa yang bersih dan tenang. Salah satu caranya mungkin dengan berwudhu terlebih dahulu sebelum menulis, serta awalilah dengan membaca basmalah.

Di awali dari mata memperhatikan, pikiran mengingat bentuk huruf, kemudian hati mengontrol keadaan jiwa, maka tanganlah yang akan menyalurkan apa-apa yang sudah didapat dari mata, pikiran, dan hati. Dengan kepiawaian tangan kita, didukung dengan kuwalitas pena, tinta, dan kertas, maka kita akan menghasilkan tulisan yang indah sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada, sehingga menjadi kepuasan tersendiri bagi kita dan orang-orang yang menikmatinya.

Akan tetapi, menulis tidaklah sekedar menulis, kadang kita merasa kesulitan, merasa kaku dan tidak sabar dalam menulis kaligrafi, apalagi untuk menyamakannya dengan kaidah-kaidah yang ada. Dan Alhamdulillah dengan kehadiran buku yang sekarang ada di tangan anda, buku yang mengasyikkan, buku dengan metode khusus dirancang untuk para pemula, walaupun pastinya buku ini masih banyak kekurangan-kekurangan di sana sini, insya Allah akan membantu mempermudah kita dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.

Adapun latihan-latihan pada buku ini dibagi menjadi tiga tahap. Pertama: latihan dengan dibantu outline (garis luar), dengan adanya garis luar pada setiap huruf maka kita dapat menulis langsung di atasnya sesuai bentuk outline (garis luar), pastinya dengan tidak melebihi garis yang ada. Sebenarnya fungsi dari outline itu sendiri adalah sebagai rambu-rambu sekaligus penuntun kita didalam menulis. sehingga kita akan terdidik untuk menulis di atasnya sesuai dengan garis yang sudah disediakan, dengan seperti inilah maka tangan kita akan terbiasa dan menjadi luwes didalam menulis kaligrafi. Kedua: latihan dibantu dengan garis kerangka huruf. Setelah kita menguasai betul-betul latihan pada tahap petama, yang mana sudah disediakan bentuk garis luar pada setiap huruf sebagai penuntunnya, maka dilatihan tahap ke dua ini, Kita akan sedikit tertantang, karena di sini hanya disediakan alat bantu satu garis (garis kerangka) saja, maka kita harus memanfaatkan betul-betul garis kerangka yang ada sebagai penuntun kita dalam menulis. Dilatihan kedua inilah kita akan semakin mandiri dan terbiasa di dalam menulis. Ketiga: latihan dengan free hand (tangan lepas). Pada latihan tahap pertama kita masih dituntun dengan garis luar dan pada latihan kedua ini kita sedikit-sedikit dituntut untuk menulis secara mandiri dengan kerangka huruf sebagai penuntunnya. Akan tetapi, pada latihan ketiga ini tidak disediakan alat bantu apapun seperti garis luar atau kerangka. Sehingga pada latihan ketiga ini kemandirian dan kemampuan kita di dalam menulis akan diuji.

Tidak hanya latihan-latihan saja, buku ini juga memberikan penjelasan mengenai tata cara penulisan setiap huruf secara rinci dan juga cara penyambungan huruf-huruf yang satu dengan yang lain. Dilengkapi juga dengan beberapa tips dan trik seperti melukis dibalik kaca, membuat lukisan kaligrafi dengan tekstur bebatuan, cara cepat menguasai kaligrafi dan pada bagian akhir dibumbuhi dengan karya-karya master.

Dari buku:
Buku ini menyajikan Tata Cara Penulisan Kaligrafi yang dikhususkan pada pembelajaran penulisan huruf Hijaiyah dengan khath Naskhi, sebagai langkah awal dalam mempelajari kaligrafi. Pada bagian lain juga ditambahkan dengan beberapa hal tentang perkembangan kaligrafi Islam, tokoh-tokoh kaligrafi, tips dan triks seperti trik cepat menguasai kaligrafi, melukis kaligrafi di balik kaca dan melukis di atas kanvas dengan tekstur bebatuan. Juga pada bagian akhir ini dibumbuhi dengan karya-karya master sebagai bahan acuan dan pemberi semangat bagi pecinta kaligrafi untuk terus berkreasi serta berkarya dengan kaligrafi. Selamat menikmati!

Penulis: Hafidz Nur Huda | Sam Muharsafa
Penerbit: Afkari Publishing

Rp. 30,000.00Price:
Loading Updating cart...

Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi

Buku pegangan untuk mahasiswa Islam atau menjadi pengantar Pendidikan Agama Islam atau mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi

Penulis: Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.Pd.
Penerbit: CV. Maulana Media Grafika

Rp. 55,000.00Price:
Loading Updating cart...

The Only True God

“The Only True God” oleh Eric H.H. Chang adalah sebuah karya penting tentang monoteisme Alkitabiah.

Kepercayaan yang dinyatakan dalam Alkitab mutlak bersifat monoteistis. Pesan Allah kepada umat manusia terutamanya adalah panggilan untuk percaya kepada Yahweh, satu-satunya Allah Israel. Monoteisme berakar dalam hukum Taurat dan kitab para nabi, serta tumbuh subur dalam kehidupan umat Allah. Yesus mengungkapkan monoteisme keyahudiannya ketika ia berdoa, “Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Namun, pada abad kedua, komitmen kepada monoteisme mulai melenyap di dalam jemaat kecuali namanya. Jemaat tersebut secara predominan telah menjadi jemaat bukan Yahudi dan reseptif terhadap cara pemikiran kafir yang politeistis, suatu perkembangan yang pada akhirnya berpuncak pada perumusan trinitaris di Nikea.

Buku ini merupakan kajian rinci atas monoteisme Alkitabiah dan klaim-klaim trinitarianisme terhadap monoteisme. Kajian ini memberikan perhatian khusus kepada teks-teks, terutamanya kepada Prolog Injil Yohanes dalam Yohanes 1:1-18, yang kerap kali digunakan untuk menyangga doktrin trinitaris. Buku ini diakhiri dengan nada gembira yang mengemukakan berkat-berkat mulia bagi umat Allah dalam kebenaran bahwa Firman itu telah menjadi daging di dalam Yesus Kristus dan diam di antara kita.

Penulis: Eric H.H. Chang
Penerbit: Borobudur Indonesia Publishing

Versi Lengkap

Rp. 160,000.00Price:
Loading Updating cart...
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10