Hukum

Pages: 1 2 3 4 5 6

Mengenal Hukum, Suatu Pengantar

Buku ini memberikan pengetahuan dasar, pengertian, dan pengantar dalam mempelajari hukum yang berlaku di Indonesia. Perlu disadari bahwa belajar hukum dengan hanya menghafalkan pasal-pasal atau peraturan-peraturan saja tidaklah cukup. Arti pentingnya suatu peraturan hukum terletak dalam hubungannya yang sistematis dengan keseluruhan peraturan-peraturan hukum lainnya sehingga sistem hukum pun harus dipelajari. Peraturan-peraturan hukum itu tidak ada yang lengkap dan tidak semuanya jelas sehingga hukumnya masih harus dicari. Penemuan hukum ini harus pula dipelajari kalau kita mempelajari hukum. Oleh karena itu, di samping menguasai peraturan-peraturan hukum harus pula dikuasai sistem hukum dan penemuan hukumnya.

Penulis: Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, SH.
Penerbit: Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Rp. 35,000.00Price:
Loading Updating cart...

Penemuan Hukum

Problematik yang berhubungan dengan penemuan hukum merupakan problematik setiap pencari keadilan. Boleh dikatakan setiap orang melakukan penemuan hukum untuk peristiwa konkrit, seperti hakim, jaksa, pengacara, dosen dan mahasiswa fakultas hukum serta mereka yang berkepentingan dalam suatu perkara konkrit.

Buku Penemuan Hukum ini berusaha memperkenalkan penemuan hukum kepada pembaca dan mengantarkan memasuki lapangan penemuan hukum dengan memberikan pengertian tentang penemuan hukum, prosedurnya, sistemnya, metode serta aliran-aliran penemuan hukum. Buku ini dimaksudkan sebagai pengantar dalam mempelajari penemuan hukum.

Penulis: Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, SH.
Penerbit: Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Rp. 30,000.00Price:
Loading Updating cart...

Teori Hukum

Pengetahuan tentang Teori Hukum dimaksudkan untuk pengendapan atau pendalaman metodologis dalam mempelajari hukum dalam arti yang luas, yaitu mendalami metode dalam mempelajari Ilmu Hukum, dalam memecahkan masalah-masalah hukum, dan dalam menyusun peraturan-peraturan. Oleh karena itu yang menjadi permasalahan pokok Teori Hukum ialah bagaimana hakim, pembentuk undang-undang, dan ilmuwan bekerja, serta metode apa yang digunakannya. Sehingga akan diperoleh pengetahuan yang lebih baik, uraian lebih jelas, serta wawasan yang lebih luas tentang hukum.

Sebagian buku tentang Teori Hukum menguraikan tentang aliran-aliran Teori Hukum. Sebagian lainnya lagi menguraikan tentang tema atau topik penting seperti antinomi, sistem hukum, blanketnorm, hubungan kekuasaan dan hukum, dan sebagainya. Buku ini mencoba menguarikan tentang apa Teori Hukum itu, bagaimana hubungannya dengan Dogmatik Hukum, serta luas lapangannya.

Dengan buku ini penulis mencoba memberi motivasi kepada para mahasiswa untuk mendalami Teori Hukum, karena dengan mendalami Teori Hukum, wawasan kita tentang hukum akan diperluas dan diperdalam secara metodologis.

Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, S.H. lahir pada 7 Desember 1924 di Surabaya. Saat ini mengajar di Magister Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Selain itu, juga menjadi pengajar di Magister Hukum Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Magister Kenotariatan UGM. Gelar Sarjana Hukum Perdata diperoleh pada tahun 1958 dan DoktorJurusan Hukum Perdata pada tahun 1971 dari UGM, diangkat sebagai Guru Besar Emiritus pada tahun 1995. Beliau pernah bekerja di Departemen Pertahanan RI Bg V (1945-1947), pernah pula menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Yogyakarta (1966), Ketua Pengadilan Negeri Bandung (1970-1972), dan dekan Fakultas Hukum UGM (1978-1985).

Penulis: Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, SH.
Penerbit: Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Rp. 25,000.00Price:
Loading Updating cart...

The Sahronis

Cerita tak biasa dari keluarga biasa-biasa saja

“Membaca The Sahronis membuat sayaterpingkal-pingkal, lucunya tiap halaman …. Sepertinya dalam catatan harian ini Dewi mau bilang, jalani hidup dengan cara yang lucu.”
–Diki Umbara,
Dosen, Filmmaker, Blogger, Penulis Buku.

The Sahronis adalah catatan harian sebuah keluargayang berusaha tetap enjoy dalam setiap peristiwa. Cerita disampaikan Dewi, anak paling ndut dari keluarga Sahroni. Dari Dewi inilah, kemudian mengalir beberapa episode ganjil yang tak terduga. Di antaranya:

Additional DescriptionMore Details

- Audisi Indonesian Idol
Gimana jadinya bila si ndut Dewi menyajikan lagu Without You milik Mariah Carey? Seberapa heboh histeria Dewi waktu di-interview sama tim Fremantle Media?
- Ciuman Cicak
Pada episode kali ini, si Dewi baru percaya sama 'kutukan'. Gara-gara siangnya dia berantem sama teman cowok yang katanya punya ilmu selevel Ki Joko Bodo, akhirnya di malam hari dia dapat kiriman cicak ganjen yang berani-beraninya mencium bibir Dewi. Terpaksa deh, 'ciuman perawan' Dewi diserahkan ke hewan kecil itu.
- Upik Abu Tralala
Konon, kakanya Dewi ini pernah jadi bayi paling ganteng. Tahun 2001, entah pakai mantra apa, dia bisa selamat dari peristiwa kebakaran yang merenggut kamar kesayangannya. Upik abu masuk dalam keajaiban nomor 10 di dunia. Pingin tahu alasannya?
Setiap alenia dalam buku ini berhadiah sejuta tawa bagi pembaca. Gak ada ruginya kalau hidup yang semakin rumit ini kita lupakan sejenak dengan The Sahronis.

"Dewi mempunyai kreativitas menulis yang patut diacungi jempol, ulet, punya gaya. Kini ia menulis buku tentang pengalaman dirinya bergenre komedi. The Sahronis menyimpan kelucuan sekaligus poin-poin kehidupan yang patut direnungkan."
--Yudi T. Artanto,
Penulis, Dosen dan Praktisi Media.

Penulis: Dewi Yeyen
Penerbit: Leutika


Rp. 38,000.00Price:
Loading Updating cart...

Santri Sableng, Sebuah catatan dari Bilik Pesantren

Kata Pengantar: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan

Kita past ingat dengan Wiro Sableng, pemilik kapak naga geni 212. Walaupun selengekan, tapi dia sosok yang cinta damai, pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan. Karakter tersebut tak jauh berbeda dengan Santri Sableng yang ditokohkan Ridho Al-Hamdi melalui buku ini.

Pesantren kerap dilekatkan dengan sekelompok anak muda berkopiah, bersarung, berjilbab yang membawa Al-Qur’an atau buku-buku Arab, yang fasih berbahasa Arab, dan lain sebagainya. Namun, penulis buku ini melukiskan sosok santri yang lain. Santri yang melakukan kritik terhadap segala kejanggalan yang terjadi di bumi pesantren, baik dari sistem pengajarannya yang masih memasung kreativitas anak, kehidupan sehari-hari yang jorok, hingga santri yang hombreng alias homo bareng, hehehe… Nampaknya kita masih terlalu menganggap ‘suci’ pesantren sehingga “borok-borok”-nya terlupakan. Buku ini cocok buat pengamat pendidikan, pengajar di pesantren, wali santri, para santri, dan siapa saja yang ingin melihat pesantren dari sudut yang berbeda.

Penulis: Ridho Al-Hamdi
Penerbit: Leutika

Rp. 35,000.00Price:
Loading Updating cart...
Pages: 1 2 3 4 5 6