Lingkungan

Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan

Negara Indonesia sejak tahun 1990-an telah mengadopsi pembangunan berkelanjutan, yaitu pembangunan yang bersifat holistik, yang memadukan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup secara terintegrasi. Tetapi, dalam prakteknya hingga dewasa ini pembangunan yang dilakukan cenderung masih berorientasi pada kepentingan ekonomi. Konsekuensinya, berbagai permasalahan lingkungan, seperti banjir, longsor, kerusakan hutan, pencemaran air, udara dan tanah, erosi dan degradasi lahan pertanian, kepunahan flora dan fauna langka, kerusakan mangrove dan terumbu karang, serta ledakan hama dan penyakit masih umum ditemukan di Tanah Air kita.

Additional DescriptionMore Details

Buku ini membahas berbagai teori dan konsep umum Ekologi Manusia, yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan atau ekosistem, terutama kaitannya dengan berbagai permasalahan lingkungan akibat aktivitas manusia dan kaitannya dengan pembangunan. Sehingga, buku ini menjadi referensi penting bagi para akademisi, pengambil kebijakan, aktivis LSm, aparatur negara, dan lainnya untuk memahami berbagai persoalan lingkungan dan landasan Ekologi Manusia untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Penulis: Johan Iskandar
Penerbit: Universitas Padjajaran


Rp. 50,000.00Price:
Loading Updating cart...

Perlindungan Lingkungan

Sebuah perspektif dan spiritualitas Islam

Krisis Lingkungan yang dihadapi manusia di planet bumi ini tidak hanya disebabkan oleh persoalan-persoalan sosial-ekonomi semata, tetapi juga berakar apda aspek-aspek manusia yang paling dalam, yakni bagaimana manusia memandang diri dan lingkungannya.

Additional DescriptionMore Details

Oleh karena itu, ancaman bencana lingkungan tidak akan cukup diatasi dengan pendekatan-pendekatan teknologis, lebih dari itu, kita membutuhkan paradigma baru yang lebih tinggi dan mulia dalam memandang alam dan lingkungan.
Islam dengan ajarannya yang sangat komprehensif menawarkan solusi atas krisis yang sedang terjadi. Komprehensifitas Islam meliputi sekaligus menyentuh jiwa manusiua yang paling dalam serta membangun pandangan-dunia (worldview) yang realistis mengenai alam semesta dan lingkungan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, Islam menyediakan nilai-nilai moral disertai dasar-dasar yang memungkinkan kita menyusun hukum-hukum lingkungan yang penting untuk memelihara moralitas Islam itu sendiri. Yang sangat mengesankan, pandangan dan moralitas Islam ini tercermin dalam praktek kehidupan manusia paling suci dan mulia, Nabi Muhammad Saw, yang dapat diikuti oleh siapapun sekalipun oleh mereka yang berfikir sangat sederhana. Inilah keunggulan yang ditawarkan Islam untuk mengatasi krisis lingkungan.

Penulis: Sunardi, Ph.D
Penerbit: Universitas Padjadjaran


Rp. 36,000.00Price:
Loading Updating cart...

Semua Bisa Peduli, Belajar pada Otto dan Idjah Soemarwoto

Ia akan gusar melihat pembangunan mengorbankan lingkungan dan menyengsarakan masyarakat kecil
Ia akan meradang melihat hutan dibabat, sungai dan udara dicemari
Ia akan merintih melihat tanah longsor dan banjir
Ia akan menangis melihat sumber daya alam dikuras habis

Additional DescriptionMore Details

Ia akan tersenyum bila menyaksikan bangsa ini membangun berwawasan lingkungan
Ia akan tersenyum bila menyaksikan pembangunan mampu mengangkat harkat bangasa
Ia akan tersenyum dan tersenyum lagi bila menyaksikan
generasi penerus melanjutkan cita-cita dan perjuangannya
(Prof. Dr. Johan S. Masjhur)

Selama masyarakat belum menempatkan wawasan lingkungan dalam arus tengah pembangunan, selama itu pula Bung Otto akan tetap melangkah di barisan depan mengibarkan panji perjuangan untuk Indonesia lwstari selama hayat di kandung badan.
(Prof. Dr. Emil Salim)

Prof. Otto adalah seorang pemikir masa kini yang selalu mencoba mengukir masa depan dalam konteks multidimensional.
(Prof. Dr. Mohammad Soerjani)

Penulis: Eka Budianta
Penerbit: Universitas Padjadjaran


Rp. 70,000.00Price:
Loading Updating cart...

Dinamika Budaya Lokal

Sistem pengetahuan dan teknologi lokal, SPTL, merupakan grass-roots innovation. Berlangsung dari generasi ke generasi, diperbaiki, disempurnakan dan diperkaya dengan dukungan akal, perasaan, dan pengalaman manusia dalam mempertahankankelangsungan hidupnya. Selanjutnya, manusia mampu memahami lingkungan dan memanfaatkan sumberdaya alam dan sosial yang terikat erat dengan kelestarian alam. Tercermin dalam hubungan harmoni manusia-tanah yang dikin dikenal sebagai kearifan tradisi. SPTL kemudian menjadi sistem pengetahuan yang mantap, adaptif dan sangat efektif serta terakumulasi dan peranatakan menjadi sistem yang spesifik bagian dari keseluruhan kebudayaan. Di dalam pengelolaan sumberdaya alam in situ dan on situ sebagai isu utama, maka pengenalan, pengembangan dan penggunaanya oleh penduduk lokal harus menjadi pertimbangan para pengambil kebijakan, bukan hanya terfokus pada genebanks-sistem budidaya petani lokal, tetapi dapat dipandang pula sebagai strategi konservasi sumberdaya alam.

Penulis: Kusnaka Adimihardja
Penerbit: CV Indra Prahasta

Rp. 40,000.00Price:
Loading Updating cart...